Keluhan

Keluhan

“Sebenarnya bukan mereka yang salah, tapi aku yang seharusnya pergi.”

Ada hal yang tak disuka. Tapi…. mengeluh bukanlah sebuah solusi. Jika kita berada pada posisi yang memang rawan untuk menerima perlakuan yang mudah untuk dikeluhkan,, tak ada gunanya menyalahkan orang yang memperlakukan kita seperti itu. Keadaannya memang sudah seperti itu dan itulah resiko posisi yang sedang dijalani. Mau tidak marah lagi dengan keadaan??

QUIT!

Saya rasa hanya itu solusinya. Yaah kalau memang bisa mengubah keadaan, silakan ubah keadaan. Malah lebih bagus untuk menjadikan segala sesuatunya jadi lebih baik. Jika tidak? Atau ada hal2 baru yang diinginkan yang mungkin akan sulit didapatkan di tempat yang sekarang.. Yaaa mau tidak mau harus mencari jalan “keluar”.

Tak perlulah marah. Hanya akan mengeluarkan energi yang sia2.

Keep positive. Think positive and be positive.

Selamat berjuang!!!

*maaf ya atas curhat yg GeJe ini,, hehehe

Menikah (Part2)

Menikah (Part2)

Okayy… it’s still about marriage! xixixi

Belum banyak perubahan.. Nyatanya saya masih belum mempunyai kesiapan dan keinginan yang nyata untuk menikah. Masih merupakan sesuatu yang WAH bagi saya untuk melangkah ke jenjang itu.. :p

But anyway, saya berharap tahun ini Allah SWT menaikkan tingkat kehidupan saya dengan mengaruniakan hal yang satu itu kepada saya :) . Tak perlu dibahas sebuah keromantisan yang nanti akan menyertainya.. karena saya sendiri belum bisa membayangkannya dan biarlah itu menjadi urusan-Nya. Hanya berharap jika “perasaan” itu ada, semoga kehadirannya selalu dalam keridhaan-Nya. Amiin.

Berbicara mengenai pernikahan,, yang paling sering menyentuh perasaan saya adalah kebahagiaan seorang ibu bersama anaknya, kebahagiaan seorang ibu dalam mendidik anak2nya.. Betapa saya rindu untuk mempunyai perasaan itu. Betapa bahagianya saya jika diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu yang bisa mendidik anak2nya dengan baik :)

Dan untuk mewujudkan kebahagiaan itu, tentu saja wajib pula hadir seorang “pelengkap” *khan saya bukan ibunda Maryam as :p*. Dan inilah yang membuat saya belum bisa membayangkan kehadirannya… Mungkin bisa dikatakan “belum berani” dan saya belum bisa untuk lebih jauh memikirkan ini. Apatah lagi dengan yang namanya “kriteria”,, saya belum berani menentukannya! Mengharapkan sesuatu tentunya harus sesuai dengan kepantasan kita. Nah, jujur sekali saya merasa belum pantas untuk menentukan sebuah “kriteria”. Berasanya seperti sok kebaikan banget jadi manusia :p. Lha apa saya sebaik itu untuk pantas menentukan kriteria? @_@

Yah, saya baru bisa berharap yang terbaik dari-Nya. Semoga yang cocok, yang terbaik, yang dicintai, dan diridhoi-Nya untuk saya. Amiiin.

Semoga tak lama lagi.. :)

Belajar nggak LeBe

Belajar nggak LeBe

Belajar nggak LeBe. Artinya, belajar nggak terlalu “over” dalam menggunakan perasaan :p.

Bener-bener.. Terlalu “over” dalam menggunakan perasaan itu bisa bikin hidup nggak damai.

Berusaha untuk mengabaikan perasaan2 yg nggak perlu itu menurut saya sangat perlu untuk dilakukan. Saya rasa sebisanya (jika bisa) perasaan itu sangat baik jika dioptimalkan untuk dirasakan kepada-Nya. Dengan begitu ketika ada hal2 yg tidak berkenan di hati, bisa cepat diabaikan dan dilupakan :) . Dengan bahasa umumnya mungkin bisa dikatakan sisi pikiran lebih bermain daripada sisi perasaan (Thinking VS Feeling). Sehingga diri kita bisa lebih optimal dalam melakukan hal2 yang lebih penting dan perlu untuk dilakukan tanpa mengalami gangguan yang berarti akibat terlalu berperasaan terhadap sesuatu (sedih, marah, kecewa, dsb).

Hehehe,, selayang pandang aja dari seorang wanita yang “katanya” aspek perasaannya lebih banyak bermain dibandingkan aspek rasionalitasnya :p. Just my mind :D

Kematian

Kematian

Akhir2 ini saya begitu sering memikirkan tentang kematian. Sesuatu yang cukup menakutkan menurut saya mengingat cukup sering seseorang meninggal menjelang hari kelahirannya (*hanya analisa “kata orang” saja sih :p).

Mungkin dikarenakan semakin berumur seseorang, maka akan semakin sering pula ia mendengar berita tentang kematian. Sesuatu yang sebenarnya sangat wajar bagi setiap orang untuk mendengar berita itu dari sekelilingnya. Tapi hmm,, entah mengapa sekarang2 ini berita2 itu cukup membuat saya takut. Takut kalau2 kematian itu datang dengan tiba2. Siapa yang tau “jadwal” kematian yang sudah ditetapkan untuk dirinya? Ya Allah…

Jika ada pertanyaan, apakah saya takut dengan kematian? Jawabannya adalah IYA. Saya masih takut akan kematian, mengingat apa yang saya lakukan masih segitu2nya, dan saya rasa saya masih jauh dari bagaimana laku seorang muslim yang seharusnya dalam kehidupannya. Saya takut dengan persiapan kematian yang boleh dikatakan masih belum pantas untuk disebut sebagai persiapan,, dan saya rasa saya memang belum mempersiapkannya :( . Sungguh saya takut.. Saya berharap Allah SWT masih memberikan saya waktu untuk mempersiapkan kematian itu..

Berharap bisa menghadap dengan keridhaan-Nya suatu saat bila waktu itu tiba. Amiiin.

Menikah

Menikah

Berawal dari keisengan temen2 kantor yg demeeeeen banget ngejodoh2in para lajang (termasuk saya)..

Hufff lama2 jengah juga saya dibuatnya. Mau tidak dipikirkan (krn itu hanya keisengan yg bagi mereka, “jadi” ya syukur, “nggak jadi” ya nggak masalah) tapi ya pasti terpikirkan juga akhirnya.. Saya yang awalnya enjoy2 saja dengan keadaan diri saya yg sekarang, akhirnya menjadi berpikir apakah saya sudah melakukan kesalahan dengan belum seriusnya saya untuk memikirkan sebuah pernikahan? Belum lagi dengan “usia” yang sering menjadi “tembakan” banyak orang untuk menyegerakan menikah (terutama bagi saya yg seorang wanita).

Saya menjadi takut bila keputusan yg selama ini saya jalani adalah sebuah kesalahan (dosa). Terlebih lagi dengan kondisi sewajarnya dan seumumnya bahwa di usia seperti saya, hampir semua teman2 saya mendambakan untuk segera menikah. Oh my God, adakah saya menjadi sebuah anomali? :( . Maafkan saya jika saya seperti ini.. Maafkan saya jika saya berbeda dengan kebanyakan orang.. Maafkan saya jika saya telah berdosa dengan keadaan saya ini..

Bukan saya tidak pernah mencoba untuk bisa menerima seseorang untuk “menemani” hidup saya.. Saya telah mencobanya! dan hasilnya? Saya limbung dibuatnya.. Saya mengalami ketidakseimbangan.. Saya merasa kacau.. :O. Untuk itu,, ya sudahlah.. saya tidak bisa berbuat apa2 lagi.. Hanya bisa berdo’a : Ihdinash shiraathal mustaqiim. Hanya bisa berdo’a agar Allah SWT memberikan petunjuknya yang lurus, terutama kepada hati saya untuk bisa mengikuti sebuah kebaikan.

Akhirnya, saya cari informasi lagi mengenai hukum menikah di dalam Islam. Sekedar untuk merefresh ilmu saya mengenai pernikahan yang siapa tau ada hal2 yg terlewatkan sejak saya mengetahuinya dulu sewaktu sekolah (jujur memang hal2 berbau pernikahan adalah sesuatu yang saya hindari selama saya masih merasa belum yakin siap untuk menikah,, tapi bukan berarti lantas saya tidak mengetahui hak dan kewajiban seorang istri/suami secara umum loh ya.. Bahkan dulu saya sempat keranjingan membaca hal2 yg berkaitan dengan keluarga, terutama dalam kaitannya dengan menghormati suami dan mendidik anak :P ). Well, inilah dia hukum pernikahan di dalam Islam yg sekaligus juga membuat hati saya lega bahwa saya tidak berdosa dengan keanomalian saya :)

Berdasarkan perintah nikah dari beberapa ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi, para ulama berbeda pendapat dalam nenetapkan hukum nikah. Menurut Jumhur Ulama, nikah itu sunnah dan bisa juga menjadi wajib atau haram. Perkawinan termasuk dalam bidang muamalat, sedang kaidah dasar muamalat adalah ibahah (boleh). Oleh karena itu, asal hukum melakukan perkawinan dilihat dari segi kategori kaidah hukum Islam adalah:

  • Ibahah (boleh),
  • Sunnah (kalau dipandang dari pertumbuhan jasmani, keinginan berumah tangga, kesiapan mental, kesiapan membiayai kehidupan berumah tangga telah benar-benar ada),
  • Wajib (kalau seseorang telah cukup matang untuk berumahtangga, baik dilihat dari segi pertumbuhan jasmani dan rohani, maupun kesiapan mental, kemampuan membiayai kehidupan rumah tangga dan supaya tidak terjerumus dalam lubang perzinahan),
  • Makruh (kalau dilakukan oleh seseorang yang belum siap jasmani, rohani (mental), maupun biaya rumah tangga),
  • Haram (kalau melanggar larangan-larangan atau tidak mampu menghidupi keluarganya).

Ya’ begitulah curcol di pagi ini.. Semoga ada ilmu yang bermanfaat bagi yang membacanya ya ;)

My Father

My Father

Suddenly, I remembered my childhood. Phase of my life when I was child, I was so proud of my father. My father was everything to me. I couldn’t be far away from him. It always made me to miss him.

One time, I was so envy about my friend’s dad coming early from his work whereas mine always coming home in the evening. I missed my dad. I wanna met him more often, at least with his early coming as my friend’s dad did. Hohoho..

And I remembered that I always like to hug him when we went anywhere :D . I don;t know why,, though my father is a rigid one, I still love to be close to. Maybe that’s people named “like father like daughter”. Yes, when I was child almost all of my character were inherited from him, hehe..

That’s feeling thick on me untill a big problem happened to my family. I lived day by day and I found that my feeling has changed to my father. But I’m not regret about that. This is my life. It must be endured with no regret. My father is my father. I still love and honour him as my father :)

*xixixi,, lg ngetes bahasa Inggris. Klo ada yg kurang tepat, “don’t hesitate to correct me ” ya :D

Postingan?

Postingan?

Sudah lama ga ngeblog dan serasa belum ada yg pengen diceritakan :D .

Well, nengok2 ke postingan sebelumnya.. Hahaha rasanya risih sendiri dengan tulisan2 saya sebelumnya. Akhirnya ada sebagian yg saya hapus :P . Penyebabnya? Hihihi ngerasa bahwa tulisan2 itu sudah kurang pantas saja untuk dipostingkan di blog. Walau jujur saya akui, apapun “diri” saya (termasuk tulisan saya) di masa lalu, seharusnya memang tidak perlu “diingkari” krn bagaimanapun itu semua adalah rangkaian proses kehidupan. Sebuah proses dalam kehidupan manusia yg tentu saja untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi sehingga menjadikan dirinya semakin dewasa dalam menjalani hidupnya.

 

Hemm, masih belum sempat juga untuk men-share-kan hal2 yg bermanfaat.. Tunggu postingan selanjutnya saja ya,, semoga ada hal bermanfaat yg bisa saya share-kan ;)

Lagi, dibayangi masa lalu..

Lagi, dibayangi masa lalu..

Beberapa hari kemarin siti sempat merasa “aneh”. Emm, mungkin maksud “aneh” di sini lebih kepada perasaan siti kepada Allah, diri siti sendiri, orang lain, dan yah kehidupan secara umum lah.. Secara sudah beberapa waktu ini siti kan sudah berazzam untuk “berubah”, pokoknya tobat poll deh :D . (heuh mengenang masa2 itu membuat siti rindu.. ^^)

Siti merasa mulai “longgar”, kurang sungguh2 dan “teman2″ yang sejenisnya lah. Dan yg paling parah adalah….. “ketakutan2″ itu mulai muncul lagi.. kejadian2 setahun yang lalu mulai terngiang kembali dalam ingatan :( . Ingat sekali dengan kejadian yang membuat siti menangis terisak2 saat curhat dengan teman kantor, dan tangisan itu meledak di saat jam kerja! Ga tau deh, apakah saat itu kedua SPV yg posisi duduknya agak jauh di belakang siti ikut mendengar tangisan siti itu? Tapi dugaan siti para SPV itu sedang sibuk dengan urusannya masing2 dan jikapun mereka tau,  siti yakin mereka akan pura2 tidak mendengar untuk menghormati privasi “anak buah”nya ini :D .

Setahun yang lalu, peristiwa itu terjadi. Kejadian buruk bertubi2 menurut perasaan siti saat itu.. *kejadian buruk sebelumnya, siti rasa ga perlu diceritakan di sini ^^ *. Saat itu ada salah seorang teman yg salah paham dengan kalimat siti. Siti akui, siti memang kurang bisa menyampaikan isi hati siti dengan baik, sehingga orang lain yg kurang begitu kenal siti dengan baik, akan salah mengerti dengan maksud hati siti *huuuffff*. Seperti itu lah.. terjadilah peristiwa salah paham. Tentu aja siti berusaha untuk menjelaskan dan bahwa siti sama sekali ga terpikir untuk seperti yg dia kira.. Dan dia belum juga percaya. Itu membuat siti shock & down tentunya.. Shock krn baru kali ini ada yg ga percaya dengan penjelasan siti :( . Down krn siti sama sekali ga menginginkan terjadinya perselisihan :( . Apa boleh buat.. Siti ga sanggup untuk menanggung dimusuhi orang krn “kesalahan” siti :( . Ya sudahlah, akhirnya siti minta maaf atas sesuatu yg sedikit pun ga pernah terlintas di benak siti untuk melakukan sesuatu seperti yang dia kira.

Dan bukan hanya itu, yang juga menyakitkan *menurut siti saat itu* adalah ketika siti mencoba menjelaskan kesalahpahaman itu kepada salah seorang teman siti yg lain, yg juga merupakan sohibnya.. Siti mencoba bertanya bagaimana seharusnya siti bersikap  agar tidak timbul kesalahpahaman lagi saat berkomunikasi dengan dia. Yang terjadi justru jauh dari harapan.. Sohibnya belum mau mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin krn dia lebih mengenal sohibnya daripada siti.. Rasanya pedih sekali hati ini, 2 kali tidak dipercaya oleh teman yang siti percaya :( .

Balik ke soal “ketakutan2″ yang mulai terngiang kembali itu. Ya, siti kembali merasakan ketakutan2.. ketakutan yg sama terkait kejadian tadi. Takut tidak dipercaya orang, takut salah bersikap, takut tidak disukai orang krn kekurangan siti dalam berkomunikasi *seperti kejadian itu*, takut ini, takut itu.. Ujung2nya rasa takut itu menjalar ke ketakutan2 yg lain :O. Sudahlah menjadi parah keadaannya.. wrrrrrr. Apalagi yg bisa dilakukan selain minta tolong ke Allah.. Siti minta tolong untuk dikembalikan ke semangat awal. Semangat untuk berubah, semangat untuk menjalani hari2 siti ke depan dengan pikiran positif, dan tentu saja kebersamaan dengan Allah yg paling siti harapkan.

Segala puji bagi Allah yang Maha Mengabulkan do’a.. Hari ini masa lalu itu sudah tidak membayangi. Bagaimanapun masa lalu tetap harus disyukuri juga. Pasti ada kebaikan dalam setiap hal, ya kan ;) . Bersyukur atas apa yg terjadi. Setidaknya tanpa kita tau apa itu kesedihan, kita tidak akan tau apa itu bahagia :D . Dan apa yg siti ceritakan tadi ga ada maksud apa2 kepada 2 teman siti itu.. We still be friends :) . Sebagai manusia, siti tempatnya banyak salah dan khilaf. Siti minta maaf atas kesalahan2 siti di masa lalu..

Left to Tell

Left to Tell

LEFT TO TELL adalah judul sebuah novel yg kali ini akan saya review demi memenuhi janji saya kepada neng Orin untuk ikutan lomba ngereview buku yang diselenggarakan oleh non Inge dalam tulisan ^^ kita berbagi ^^ nya. Dan makasih banyakkk buat mas Firman yg sudah menawarkan pinjaman novel yang luar biasa ini ke siti (hehehe.. maaf lama banget baru ngembaliinnya :D ).

Left to Tell merupakan novel yang mengisahkan kejadian nyata yang dialami seorang gadis yang bernama Immaculee Illibagiza dalam masa pembantaian etnis di Rwanda pada tahun 1994. Kematian presiden Rwanda yang bersuku Hutu memicu pembantaian yang berlangsung selama kurang lebih 100 hari dan menurut perkiraan Pemerintah Rwanda menelan korban lebih dari 1 juta orang. Selama masa itu Immaculee yang bersuku Tutsi diburu oleh para ekstrimis Hutu. Dia bersama 7 perempuan lainnya bersembunyi di sebuah kamar mandi sempit milik pendeta Murinzi yang bersuku Hutu. Selama 91 hari lamanya dia bertahan, mengalami ketegangan dan ketakutan.

Sisi menarik dari kisah ini adalah perjalanan rohani seorang Immaculee yang membuatnya bertahan selama masa “perburuan” itu, mulai dari persembunyiannya yang mengharuskannya bersama 7 perempuan lainnya berada dalam posisi berhimpit2an dalam sebuah kamar mandi kecil selama berbulan-bulan lamanya, hingga perjalannya menuju kamp Perancis dimana ia dan teman-temannya harus melewati “para pembunuh”.

Immaculee berasal dari keluarga yang harmonis dan penganut Katolik yang taat. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru. Mungkin itulah salah satu faktor yang membuat imannya tak tergoyahkan walaupun selama masa dalam “kurungan” kamar mandi itu dia tak jarang mengalami perang batin yang disebabkan oleh rasa ketakutan, kemarahan dan kebencian kepada para pembunuh itu.

Ya, tentang IMAN. Imannya kepada Tuhannya menyelamatkannya dari pembunuhan. Imannya menyelamatkannya saat dia bersama yang lainnya terkurung dan hanya terpisahkan oleh dinding tipis dari para “pemburu”nya. Karena iman pula lah ide untuk menutup pintu kamar mandi dengan sebuah lemari pakaian itu muncul dan disetujui oleh pendeta Murinzi si pemilik rumah. Iman membuatnya bertahan dan akhirnya selamat dari pemusnahan etnis itu.

Dengan imannya, dia mampu meluluhkan kebencian dan dendam yang ada di hatinya untuk memberikan cinta dan pengampunan kepada para pembunuh itu, terutama kepada mereka yang telah membunuh keluarganya. Dan dengan iman pula ia mampu bangkit dan terus menjalani hidupnya ke depan dan memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang baik setelah masa pemusnahan etnis itu.

Saya sebagai seorang Islam dan bukan Katolik, buku ini tetap membuat iman saya kepada Allah semakin menguat. Bahwa memang benar tak ada yang tak mungkin bila Dia berkehendak dan tak ada yang tak mungkin bila kita percaya! “Nice story” yang mengingatkan kita untuk selalu kembali pada-Nya dan selalu menyertakan Dia dalam tiap langkah hidup kita ;) .

Kutipan kalimat yang saya suka dari buku ini :

“Apakah berbadan tinggi itu kejahatan di negaraku? Aku harus bagaimana? Aku tak bisa menolak menjadi seorang Tutsi! Aku hanya menjalani takdirku.”

Suka dengan kalimat ini.. :) . Sebuah pernyataan jujur dari seorang manusia dimana dia tidak bisa memilih atau menentukan harus terlahir sebagai suku apa. Kalimat yang mengingatkan kita untuk “menghormati” keputusan Tuhan atas hidup setiap manusia ciptaan-Nya agar kita menghormati setiap orang tanpa membedakan ras, suku, maupun agama.

Lalu kalimat lainnya yang saya suka adalah

“Aku hidup merupakan bukti dari kuasa doa. Tuhan adalah sumber segala energi pemikiran positif, dan doa adalah jalan terbaik untuk mengetuk kuasa-Nya.”

Ya, dari kalimat ini kita semakin diingatkan bahwa segala sesuatunya adalah mungkin dengan iman. Dan bahwa hukum-hukum material dunia tak berlaku di hadirat Allah.

Dan selanjutnya….

Buku apa yang sangat ingin saya baca? Wew bingung juga nentuinnya, hehehehehe. Sebenarnya saya penasaran dengan tafsir Al Azhar karangan Buya Hamka. Secara saya belum pernah melihat bentuk fisiknya ataupun membacanya sekalipun! Untuk memperolehya pun saya juga tidak tau harus hunting ke mana untuk bisa membeli buku itu.. :O. So, kalo ada dari temen-temen yang punya buku itu dan mau meminjamkannya pada saya.. dengan senang hati saya akan menerima pinjamannya, hehehehehehehe :D .

Udah ah.. :P

Sekian review dari saya.. dan review ini diikutkan dalam Kita Berbagi yang di selenggarakan Cyber Dreamer.